Wednesday, August 19, 2009

Tanah Dijual




Sebidang Tanah di Jual dengan Keterangan Sebagai Berikut :

Tanah Berlokasi di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Tepatnya pada kawasan daerah pegunungan DANAU TOBA

    Memiliki Luas +/- 56.000 m2

    Lokasi berada di daerah Resort Perhotelan Danau Toba

    Area cocok untuk mendirikan Taman Wisata, Perhotelan, dan Tempat Rekreasi lainnya.

    Memiliki Sertifikat Akta Tanah Notaris.


    Spesifikasi Area Tanah :

    Berada di Jalan Lintas Barat Propinsi, dari Desa Merek dengan Taman Wisata Rohani Sitinjo, Dairi.

    Jarak tempuh dari kota terdekat (Kabanjahe) +/- 1 jam perjalanan, dan 30 menit perjalanan dari lokasi wisata Air Terjun Sipiso-Piso.




    Jika Berminat, hubungi segera

    Bpk. Aceh Silalahi

    Hp : 081260471953

    Rumah : 062821248




Saturday, August 1, 2009

The Deathly Hallows

Author By   : J.K. Rowling

Directed By : David Yates

Created By  : Jonathan Napitupulu

Relikui Kematian (Deathly Hallows) pertama kali dikenalkan di buku ke-tujuh seri Harry Potter. Cerita ini awalnya hanya cerita penghantar tidur untuk anak-anak penyihir yang sering dikatakan Beddle si Cerita Anak-anak. Ada banyak kaum yang mempercai adanya kisah dari tiga relikui kematian ini, termasuk dianataranya si aneh Xenophillius Lovegood, begitu juga dengan Albus Dumbledore yang tidak langsung mengatakan bahwa dia mempercayai relikui kematian ini tetapi dia menyuruh Harry untuk mencari ketiga relikui kematian ini secara tidak langsung.

Berawal dari tiga orang bersaudara penyihir hebat dimasanya dimana mereka berkelana dan pada akhirnya perjalanan mereka dihentikan karena adanya sungai dengan aliran deras dimana tidak ada pernah yang dapat melewati arus sungai terseebut. Tetapi ketiga penyihir yang hebat ini dapat melakuka sihir dengan membuat jembatan yang besar. Pada saat itu juga kematian marah dan dia berpura-pura menghampiri ketiga saudara ini dan memberikan mereka hadia berkat keahlian mereka.

Si sulung yang menginginkan tongkat yang tak terkalahkan dan meminta kepada kematian, maka kematian melihat adanya pohon Elder dan mengambil ranting pohon Elder dan membuat tonkat yang tak terkalahkan kepada si sulung.

Si sulung pun pergi dan menglahkan siapa saja dengan tongkat Sihir Eldernya, berita itu tersebar dan pada sautu malam si sulung dibunuh dan Tongkat Sihir Elder pun diambil. Kematian pun mengambil nyawa si sulung.

Si tengah mengatkan kepada kematian bahwa dia ingin membangkitkan kembali orang yang dicintainya, maka sang kematian mengambil batu dari tepi sungai tersebut dan membuat batu itu menjadi Batu Kebangkitan. Si tengah pergi dan membangkitkan istrinya yang telah meninggal, tetapi istrinya tidak betul-betul kembali hidup hanya berupa wujud halus bahkan istrinya tersebut mengilang, si tengah menjadi sedih dan bunuh diri demi menjumpai sang istri. Maka kematian pun mengambil nyawa si tengah.

Terakhir adalah si bungsu dimana dia menginginkan agar tak terlihat siapapun, maka sang kematian membuatkan si bungsu Jubah Gaib dimana jubah ini tak akan pudar dimakan jaman halus, dan tak akan terlihat sedikit pun. Maka si bungsu pergi entah kemana, dan sampai dia meninggal barulah kematian menemukanya.

Perjalanan Tongkat Sihir Elder telah menjadi legenda hingga akhirnya Albus Dumbledore memenangkan Tongkat itu dari Gellert Grindelward tetapi tetapi Voldemort merebut tongkat itu dari makam Albus Dumbledore. Perlu diketahui tongkat sihir harus dimenangkan dengan pertarungan bukan dengan rampasan pada orang yang sudah meninggal seperti yang dilakukan Voldemort, maka Tongkat Sihir Elder sebenarnya tidak ber-tuan kepada Voldemort melainkan kepada Draco Malfoy yang tidak mengetahui sama sekali dang tidak sengaja telah memenangkan tongkat Sihir Elder pada saat diatas menara Hogwarts melakukan mantra pelucut senjata (Expelliarmuss) kepada Dumbleddore saat itu Tongkat Elder telah berpindah kepada Draco Malfoy. Disaat pelarian dari Malfoy Manor Harry melucuti tongkat sihir Draco sekalugus Narsisca, Lucius dan Bellatrix Lastrange, pada saat itulah Harry telah memenangkat tiga tongkat sekaligus dan Tongkat Sihir Elder pun berpindah tangan ke Harry Potter yang saat itu juga belum menyadari sebelumnya. Harry menyadari semuanya saat terkahir di perang Hogwarts 1997-an.

Perjalanan Batu Kebangkitan sepertinya telah turun temurun di keluarga Slytherin dimana saat Marvolo Gaunt kakek dari Voldemort mengatakan saya adalah keturunan bangsawan besar dan menunjukan Cincin Batu Kebangkitan kepada pagawai kementrian. Dapat disimpulkan bahwa Si Tengah adalah buyut dari Slytherin dan bahkan buyut dari Tom Riddle.

Jubah Gaib yang dimiliki Harry adalah pemberian dari James Potter ayahnya dimana jubah gaib telah kita ketahui adalah kepunyaan dari si bungsu. Maka dapat dispekulasikan bahwa Harry Potter adalah keturunan dari garis wanita si Bungsu.

Creator By : Jonathan Napitupulu

June 1st 2009, Medan

Keep Gettin’ Better

xoxo


Harry Potter And The Deathly Hallows ; The Seventh Horcrux


Theme           : The Seventh Horcrux

Author            : J.K. Rowling

Director         : David Yates

Labels            : Bloomsburry (UK),  Gramedia Pustaka Utama (IND)

Released         : June 12nd 2007 English Version

Seri ke-tujuh dari novel Harry Potter dimana ini adalah seri terakhir. Novel ini bercerita dimana kembalinya pangeran kegelapan, Hogwarts tidak lagi seperti dulu, dunia sihir kembali mengalama masa kelamnya.

Dalam novel ini Harry sebelumnya ditugas kan oleh Dumbledore di buku Half-Blood Prince untuk mencari ke-tujuh Horcrux (Horcrux adalah sihir hitam dimana penyihir mencabik jiwa nya ke dalam suatu wadah atau hewan yang bertujuan jiwanya selalu berada di dunia bisa dikatakan membuat dirinya abadi walau rasa kebaikanya sudah dicabut).

Adapun ke-tujuh Horcrux itu adalah :

·      1. Catatan Harian Riddle dibuat dengan kematian Moaning Myrtle dan disembunyikan di dalam pemeliharaan keluarga Malfoy. Horcrux ini dihancurkan dengan taring Basilisk di kamar rahasia. Sebelumnya Lucius Malfoy memberikan buku ini kepada Ginny Weasley tanpa menyadari bahwa catatan ini adalah salah satu Horcrux.

·      2. Cincin Marvolo Gaunt / Batu Kebangkitan, cincin ini sendiri dibuat dengan kematian Tom Riddle Senior ayah Muggle Voldemort disimpan di reruntuhan pondok Gaunt. Albus Dumbledore menghancurkan Horcrux ini dengan pedang Gryffindor setelah sebelumnya Dumbledore mencoba memakai cincin ini dan saat itu tangan Dumbledore terkena kutukan sihir hitam dan tidak berapa lama lagi akan mati. Severus Snape menetralisisrkan kutukan itu agar tidak cepat menjalar di tubuhh Dumbledore.

Perlu diketahuin Voldemort menggunakan Cincin ini sebagai Horcrux tanpa menyadari cincin ini adalah salah satu relikui kematian.

·       3. Liontin Salazar Slytherin, Horcrux ini disimpan di gua tepi laut dimana sebelumnya Riddle mencurinya dari Hepzibah Smith yang juga mempunya Piala Hupplepuff (Hepzibah Smith adalah keturunan dari Helga Hupplepuff salahs atu dari pendiri Hogwarts).

Horcrux ini sendiri digunakan dengan kematian seorang gelandangan muggle dan dihancurkan oleh Ronald Weasley dengan menggunakan pedang Gryffindor di hutan danau es. Horcrux ini pertama kali diambil dan ditukar oleh Regulus Black dan Kreacher di gua pinggir laut.

·     4. Piala Helga Hupplepuff yang dibuat dengan kematian Hepzibah Smith yang mempunyai piala itu sendiri. Hepzibah adalah keturunan darah murni yang senang mengoleksi benda-benda keramat.

Setelah Riddle mencuri Piala ini, dia menyuruh Bellatrix Lastrange menyimpannya di Lemari besi keluarga Lastrange di bawah tanah Gringots. Piala ini dicuri oleh Harry, Ron, Hermione dan Griphook si goblin sekaligus membebaskan naga penjaga bawah tanah Gringots. Pada kembalinya ke Hogwarts untuk perang besar Hermione dan Ron terpikir untuk menghancurkan piala ini dengan taring Bassilisk di kamar rahasia yang bisa menghancurkan Horcrux.

Hermione kebagian untuk menghancurkan Horcrux ini. Perlu diketahui Ron yang kita tahu tidak bisa menggunakan Parseltongue (Bahasa Ular) mencoba membuka kamar rahasia dengan Parseltongue yang sebelumnya hanya bisa menggunakan Parseltongue adalah Harry Potter, Salazar Slytherin dan Tom Marvolo Riddle.

·       5. Diadem Rowena Ravenclaw, diadem ini sungguh mempunyai cerita yang panjang dimana sebelumnya dimiliki oleh pendiri Hogwarts, Rowena Ravenclaw . Diadem ini membuat pemakainya menjadi mempunyai ke-arifan. Putri Rowena sendiri Helena Ravenclaw iri akan ibunya yang mempunyai Diadem ini dan dia mencurinya dan menyembunyikan Diadem ini di pohon besar tua di hutan Negara Albani dan saat itu Helena tidak muncul.

Rowena Ravenclaw yang sakitan menyuruh Baron Slytherin anak dari Salazar Slytherin yang mencintai Helena untuk mencari Helena. Baron menemukan Helena dan saat itu Helena menolak Baron maka Baron murka dan menikam Helena di dada sebelah kiri dan saat itu juga Baron bunuh diri sebagai rasa penyesalaan dan rasa cintanya. Helena sendiri menjadi Hantu asrama Ravenclaw yang sering juga disebut sebagai Nona Kelabu sedangkan Baron menjadi Hantu asrama Slytherin yang terkenal tidak ramah dan sering disebut sebagai Baron Berdarah yang sering menyendiri di atas menara Astronomi dengan mengikat tangannya dengan rantai-rantai besar. Kembali ke Horcrux, diadem ini adalah Horcrux tersulit dan terakhir ditemukan dimana ditemukan oleh Harry sebelumnya di buku ke-enam Half-Blood Prince di kamar kebutuhan selagi menyembunyikan Buku Ramuan Pangeran Berdarah Campuran. Diadem ini dibuat dengan kematian seorang petani Muggle di Albani dan dihancurkan secara tidak sengaja oleh Vincent Crabbe dengan mengguunakan kutukan Fiendfyre (Api Iblis) dimana kutukan ini mengandung zat yang dapat menhancurkan Horcrux. Crabbe sendiri mati didalam kamar kebutuhan terbakar dengan kutukannya sendiri. Perlu diketahui Diadem ini dibuat replikanya oleh Xenophillius Lovegood ayah dari Luna Lovegood.

·       6. Nagini, adalah satu-satunya Horcrux yang dibuat dengan Hewan yaitu ular betina yang sudah dibuat mantra proteksi yang betul-betul sulit sebagai proteksi untuk berjaga-jaga agar tidak dibunuh oleh Harry pasca diketahui Voldemort bahwa Harry dkk mengincar Horcrux-Horcrux nya. Horcrux Ular ini dibuat dengan kematian Frank Byrce yang dikatakan Dumbledore, tetapi J.K. Rowling meralat, Horcrux ini dikatakan dibuat dengan kematian Bertha Jorkins. Sebelum Harry pergi untuk menyerah ke hutan terlarang, dia berpesan kepada Neville Longbottom untuk berjaga-jaga dan membunuh ular itu. Disaat kematian Harry dan mayatnya diletakan dihalam Hogwarts oleh Voldemort terjadilah perang kedua di Hogwarts dimana ditengah-tengah perang Neville berhasil memenggal Nagini tersebut dengan pedang Godric Gryffindor  yang dibawa burung Phoenix dengan Topi Seleksi.

Perlu diketahui saat itu Voldemort mengiceh karena pada saat eksekusi pemenggalan Neville dia hanya di bantu oleh Phoenix dan Topi Seleksi, tapi Voldemort salah besar dimana para Gryffindor sejatilah yang bisa melihat dan mencabut Pedang Godric Gryffindor dari Topi Seleksi. Saat Neville akan dieksekusi Voldemort, Harry yang telah bangkit kembali dengan menggunakan tiga relikui kematian yaitu Batu Kebangkitan, Tongkat Elder dan Jubah Gaib dan bersembunyi di jubah gaib, saat itulah Harry menggunakan mantra proteksi (Impedimenta Incantatem) kepada Neville.

·       7. Horcrux terakhir adalah Harry Potter sendiri, terjadinya ini adalah dimana saat Voldemort akan membunuh Harry mantra yang berbalik itu menyisahkan hubungan konektivitas atas Voldemort dan Harry maka saat itu Harry mempunyai kemampuan seperti Voldemort yaitu bisa menggunakan Parseltongue dan pikiran Harry bisa terhunbung dengan Voldemort. Penghubung yang tidak sengaja lain adalah Inti dari tongkat sihir Harry dan Voldemort sama yaitu inti bulu Phoenix.

Horcrux dalam tubuh Harry sendiri hancur ketika kutukan Voldemort berbalik di aula besar Hogwart saat membunuh Harry (ini ke-dua kalinya Voldemort mengalami kutukan berbalik) dan saat itu Tongkat Sihir Elder berbalik mencari tuannya yaitu Harry untuk melindungi Harry dari kutukan kematian (Avada Kedavra) setelah mengalahkan tuan sebelumnya Draco Malfoy di Malfoy Manor. Perlu diketahu banyak sepukalisi dimana Harry sebagai Horcrux dibuat dengan kematian Lily Evans ibu Harry, tapi J.K. Rowling mengatakan kematian Lily tidak ada sangkut pautnya pada pembuatan Horcrux yang tidak disengaja itu. Voldemort sendiri tidak mengatahui bahwa Harry adalah salah satu Horcrux nya dan sebagai Horcrux terkahir. Voldemort hanya mengetahui dia membuat enam Horcrux.


Creator By : Jonathan Napitupulu

June 1st 2009, Medan

Keep Gettin’ Better

xoxo










Plus Minus-nya Film Harry Potter And The Half-Blood Prince


Tanggal 15 July 2009 adalah hari dimana para fans Harry Potter di seluruh dunia menyaksikan perilisan film Harry Potter And The Half-Blood Prince, dimana pada film ini ditunda penayanganna di musim panas tahun lalu.
Para penggemar Harry Potter yang sudah menonton film ini akan sedikt merasa kecewa untuk hasil dari David Yates sang director film ini untuk kali ini. Jika para penggemar yang teliti maka dia akan mendapatkan banyak adegan yang dipotong atau dilewatkan dan adegan yang memang tidak ada sebenarnya di novel J.K. Rowling ini.
Saya sebagai penggemar Harry Potter, untuk ini saya mengulas opini saya tentang film Harry Potter And The Half-Blood Prince.

1. Film yang diawali oleh serangan para Death Eaters (Pelahap Maut) di dunia Muggle dengan membuat badai hitam, tanda kegelapan, menghancurkan London Bridge dan menangkap para anggota Kementria Sihir yang pro-Dombledore (Lihat pada scene seorang Pelahap Maut menanggak penyihir yang kepalanya ditutupi kain agar tak terkenali orang di Diaggon Alley).

2. Pada awal bab di Novel dikatakan bahwa Cornelius Fudge di depak dari jabatan Mentri Sihir karena kelalainnya mengumumkan Pangeran Kegelapan telah kembali, Rufus Scrimgeour menggantikannya sebagai Mentri Sihir. Dan dalam bab ini Rufus Scrimgeour mendatangi Perdana Mentri Muggle pada saat itu untuk mengatakan Inggris dalam siaga I karena Kau Tahu Siapa telah kembali.
Untuk bab ini sama sekali dilewatkan dalam film-nya, padahal jika penonton yang tidak membaca novelnya akan kebingungan tentang jalur ceritanya, karena ini adalah awal permasalahan dari film ini.

3. Pada novel kita mengetahui bahwa Narcissa Malfoy ibu dari Draco Malfoy mendatangi rumah Severus Snape di daerah pinggiran Spinner’s End. Cissy di halangi kakaknya Bellatrix Lastrange untuk mengatakan kepada Snape yaitu tugas yang ditunjukan kepada Draco Malfoy yaitu membunuh Dombledore. Cissy mengatakan kepada Snape agar menjaga Draco karena masih dianggap terlalu muda. Dalam novel dikatakan Cissy meminta Snape untuk menggunakan Sumpah Tak-Terlanggar (Dalam scene film Bella-lah yang menyuruh Snape melakukan Sumpah Tak-Terlanggar) dan Bella sebagai saksi dari Sumpah Tak-Terlanggar itu dengan menggunakan Tongkat Sihir Bellatrix.

4. Sewaktu Harry di café dan melihat Dombledore muncul diseberang kereta api, Harry pergi dengan Dombledore ke The Burrow rumah keluarga Weasley, padahal dalam Novel dikatakan Dombledore masih mengunjungi Harry ke rumah keluarga Dursley (Ini adalah film dimana keluarga Dursley tidak terlihat dan tidak ada diperbincangkan).

5. Versi novel yaitu pada saat Harry memulangkan Buku Ramuan Pangeran berdarah Campuran kedalam Ruang Kebutuhan di atas lemari tua dekat dengan patung dada orang jelek dengan memakai Mahkota Usang (Mahkota Rowena Ravenclaw yang salah satu adalah Horcrux Voldemort). Dalam film ini Harry memulangkan buku ramuan itu bersama dengan Ginny Weasley dan dalam ruang kebutuhan Ginny mencium Harry (adegan yang di dramatisir).

6. Ketika Hermione mengangis melihat Ron ber-ciuman dengan Lavender Brown dia pergi ke sebuah ruangan kelas yang kosong dan membuat burung-burung di sekelilingnya dan Harry berada di dekatnya, saat itu Ron dan Lavender datang dan Hermione melakukan mantra Oppugno yaitu serangan burung ke Ron. Versi novel lagi-lagi berbeda yaitu Hermione tidak ada ditemani Harry Potter dan mantra Oppogno Hermione mengenai wajah Ron (versi film tidak mengenai wajah Ron).

7. Adegan dimana Bellatrix Lastrange dan Fenrir Greyback (Manusia Serigala yang menggigit Remus Lupin) menyerang dan membakar keluarga Weasley di The Burrow. Harry mengejar Bella sampai ketengah ladang dan di ikuti Ginny Weasley dan bertempur melawan Bella dan Fenrrir yang dibantu oleh Arthur Weasley, Remus Lupin telah diramatisir yang sebagai mana di novel tidak ada dikatakan pertempuran di tengah ladang tersebut yang dikatakan bahwa Pelahap Maut menyerang rumah Weasley di The Burrow.

8. Adegan di tengah ladang Harry dan Ginny melawan Bella dan Fenrir menggunakan mantra Verbal (menggunakan mantra tanpa mengucapkan) kita ketahui bahwa pada kelas NEWT lah mantra Verbal dipelajari. Harry menggunakan mantra Verbal dikatakan dalam novel masih canggung dan Ginny Weasley yang kita ketahui masih di kelas OWL (tahun ke-5 nya) sama sekali belum mempelajari mantra Verbal. Dalam film Harry dan Ginny seperti menguasai sekali mantra Verbal tersebut.

9. Pada scene di Menara Astronomi Hogwarts dimana Dombledore menyuruh Harry bersembunyi dan tak keluar apa pun yang terjadi pada diri Dombledore dimana Draco, Bella, Amycus dan Alecto Carrow, Fenrir Greyback datang membunuh Dombledore. Pada scene inii juga Harry tertangkap basah Snape dibawah tangga menuju Menara Astronomi dan Snape menyuruh Harry diam ditempat dan tiba-tiba Snape melakukan mantra kematian (Avada Kedavra) terhadap Dombledore.

Pada versi sebenarnya Dombledore menyuruh Harry bersembunyi di bawah Jubah Gaib nya (Salah Satu Relikui Kematian) dan Dombledore memantrai Harry dengan kutukan Petrificus Tottalus agar Harry tidak keluar dari jubah gaibnya.
Perlu diketahui pada film ini juga Dombledore dan Harry melakukan Apparatte dari gua tepi laut langsung ke Menara Astronomi. Dombledore dan Harry sebetulnya ber-Apparatte dari gua tepi laut ke Hogs Meade tepatnya di depan kedai Three Broomstick, pada saat itu Dombledore sudah tidak sanggup untuk ber-Dissaparatte menembus pertahanan sihir dan jampi kuno Hogwarts (Tidak ada yang bias ber-Apparatte atau ber-Dissaparatte dari dalam dan luar Hogwarts kecuali Dombledore).
Dombledore meminjam dua sapu terbang Madam Rosmerta di Three Broomstick dan terbang menuju Menara Astronomi pada saat itu langit di atas Hogwarts telah diberi tanda Kegelapan oleh Pelahap Maut. 

10. Setelah Snape membunuh Dombledore, Harry hanya terdiam saja dan ketika para Pelahap Maut pergi dia kemudian mengejar Snape dan Bellatrix membakar pondok Hagrid. Novel mengatakan mantra Petrificus Tottalus terangkat bersamaan meninggalnya Dombledore dan Harry langsung keluar mengejar dan membuat kutukan-kutukan terhadap Pelahap Maut. Pada Aula Besar juga telah berlangsung pertempuran yang melibatkan anggota Laskar Dombledore dan para guru-guru Hogwarts.